Kamis, 28 Juni 2012

Contoh Proposal Skripsi Bahasa Indonesia


Kata Pengantar
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena berkat Rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan proposal skripsi yang berjudul Menganalisis Gaya Bahasa pada Novel Aku Mati Memeluk Boneka. Proposal skripsi ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Menulis Lanjut. Penulis  mengucapkan terima kasih kepada ;
1.      Allah SWT atas karunianya yang telah diberikan kepada penulis.
2.      Ibu Dra. Yusti Astuti, M.Pd. selaku dosen mata kuliah Menulis Lanjut atas bimbingan, pengarahan, saran serta dukungan yang berarti kepada penulis selama penyusunan proposal skripsi.
3.      Orang tua yang telah memberikan dukungan moril maupun materil serta doa yang selalu menyertai penulis.
Proposal ini belum begitu sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan proposal skripsi ini. Semoga proposal ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi penulis selanjutnya.


                                                             Penulis


Daftar Isi
Kata Pengantar .......................................................................                             1
Daftar Isi ...............................................................................                              2
Bab I
1.1       Latar Belakang .............................................................                           3
1.2       Rumusan Masalah ........................................................                           6
1.3       Tujuan Penelitian .........................................................                            6
1.4       Kegunaan Penelitian ......................................................                          6
Bab II
2.1       Pengertian Novel ..........................................................                           7
2.2       Unsur Intrinsik Novel ....................................................                          7
2.3       Unsur Ekstrinsik Novel ..................................................                         10
Bab III
3.1              Objek Penelitian ...........................................................                          11
3.2              Waktu dan Tempat ........................................................                          11
Daftar Pustaka ........................................................................                              12


Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
       Karya sastra merupakan hasil cipta manusia selain memberikan hiburan juga sarat dengan nilai, baik nilai keindahan maupun nilai- nilai ajaran hidup. Orang dapat mengetahui nilai-nilai hidup, susunan adat istiadat, suatu keyakinan, dan pandangan hidup orang lain atau masyarakat melalui karya sastra. Dengan hadirnya karya sastra yang membicarakan persoalan manusia, antara karya sastra dengan manusia memiliki hubungan yang tidak terpisahkan. Sastra dengan segala ekspresinya merupakan pencerminan dari kehidupan manusia. Adapun permasalahan manusia merupakan ilham bagi pengarang untuk mengungkapkan dirinya dengan media karya sastra. Hal ini dapat dikatakan bahwa tanpa kehadiran manusia, sastra mungkin tidak ada. Memang sastra tidak terlepas dari manusia, baik manusia sebagai sastrawan maupun sebagai penikmat sastra. Mencermati hal tersebut, jelaslah manusia berperan sebagai pendukung yang sangat menentukan dalam kehidupan sastra.
            Sastra terbagi atas 2 jenis yaitu, sastra lisan dan sastra tulisan. Sastra lisan berbentuk puisi dan prosa. Sedangkan sastra tulisan seperti novel, cerpen, syair, pantun dan drama.
Novel adalah bentuk sastra yang paling popular di dunia. Bentuk sastra ini paling banyak dicetak dan paling banyak beredar, lantaran daya komunitasnya yang luas pada masyarakat (Jakob Sumardjo Drs). Novel merupakan karya sastra yang mempunyai dua unsur, yaitu : unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik yang kedua saling berhubungan karena sangat berpengaruh dalam kehadiran sebuah karya sastra (Drs. Rostamaji,M.Pd, Agus priantoro, S.Pd).
            Unsur intrinsik ialah unsur yang membangun karya sastra dari dalam. Yang termasuk dalam unsur intrinsik pada novel adalah penokohan, alur, sudut pandang, gaya bahasa, latar atau setting, dan amanat.
Gaya bahasa adalah bahasa indah yang dipergunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan serta memperbandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal yang lebih umum. Pendek kata  penggunaan gaya bahasa tertentu dapat mengubah serta menimbulkan konotasi tertentu (Dale [et al], 1971 : 220).
      Secara singkat dapat dikatakan bahwa “gaya bahasa adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis (pemakai bahasa). Sebuah gaya bahasa yang baik harus mengandung tiga  unsur berikut : kejujuran, sopan-santun, dan menarik (Keraf, 1985 : 113). Kejujuran dalam bahasa berarti kita mengikuti aturan-aturan, kaidah-kaidah yang baik dan benar dalam berbahasa. Pemakaian kata-kata yang kabur dan tak terarah, serta penggunaan kalimat yang berbelit-belit, adalah jalan untuk mengundang ketidakjujuran. Sedangkan yang dimaksud dengan sopan santun adalah memberi hormat atau menghormati yang diajak bicara, khususnya pendengar atau pembaca. Rasa hormat dalam gaya bahasa dimanifestasikan melalui kejelasan dan kesingkatan. Menyampaikan sesuatu secara singkat dan jelas berarti  tidak membuat pembaca dan pendengar memeras keringat untuk mencari tahu apa yang ditulis atau katakan.
Sedangkan unsur ekstrinsik ialah unsur yang membangun karya sastra dari luar. Diantaranya adalah kapan karya sastra itu dibuat, latar belakang kehidupan pengarang, latar belakang sosial pengarang, latar belakang penciptaan, sejarah, biografi pengarang dan sebagainya. Untuk itu penulis ingin mengadakan penelitian yang berupa Menganalisis Penggunaan Gaya Bahasa dalam novel Aku Mati Memeluk Boneka dengan menganalisis gaya bahasa perbandingan. Penulis memilih gaya bahasa dalam novel karena didalam novel banyak menggunakan gaya bahasa. Alasan penulis memilih novel Aku Mati Memeluk Boneka karena didalam novel ini banyak menggunakan gaya bahasa terutama gaya bahasa perbandingan. Seperti kita ketahui bahwa gaya bahasa perbandingan terbagi atas sepuluh, yaitu perumpamaan, metafora, personifikasi, depersonifikasi, alegori, antitesis, pleonasme/tautologi, perifrasis, prolepsisi/antisipasi, koreksio/epanortosis. Akan tetapi dalam penelitian ini tidak kesepuluh gaya bahasa perbandingan yang akan dipakai, melainkan hanya tiga gaya bahasa perbandingan yaitu Perumpamaan, Metafora dan Personifikasi.



1.2 Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang masalah, maka penulis akan meneliti “Bagaimana penggunaan gaya bahasa pada novel Aku Mati Memeluk Boneka terutama gaya bahasa perbandingan?’’
1.3 Tujuan Penelitian
            Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan gaya bahasa pada novel Aku Mati memeluk Boneka karya Lubis Grafura, S.Pd.
1.4 Kegunaan Penelitian
1.  Memberikan pemahaman yang mendalam terhadap pembelajaran ilmu Bahasa Indonesia khususnya gaya bahasa;
2.  Bagi penulis memberikan pengalaman berfikir melalui penyusunan dan penulisan proposal skripsi, sehingga dapat menambah pengetahuan, pengalaman dan menambah wawasan dalam bidang pendidikan khususnya Bahasa Indonesia;
3.  Memberikan gambaran penelitian untuk dapat dijadikan acuan bagi penulis selanjutnya.



Bab II
Kajian Teori
2.1 Pengertian Novel
            Novel adalah bentuk sastra yang paling popular di dunia. Bentuk sastra ini paling banyak dicetak dan paling banyak beredar, lantaran daya komunitasnya yang luas pada masyarakat (Jakob Sumardjo Drs). Novel merupakan karya sastra yang mempunyai dua unsur, yaitu : unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik yang kedua saling berhubungan karena sangat berpengaruh dalam kehadiran sebuah karya sastra (Drs. Rostamaji,M.Pd, Agus priantoro, S.Pd).

2.2 Unsur Intrinsik Novel
a. Tema
            Tema adalah pokok permasalahan yang ada dalam sebuah cerita.
b. Penokohan
            Penokohan adalah pemberian watak atau karakter pada masing-masing pelaku dalam sebuah cerita. Pelaku bisa diketahu karakternya dari cara bertindak, ciri fisik, lingkungan tempat tinggal.
c. Alur
            Alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk jalannya cerita. Alur dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu alur maju (progresif) yaitu apabila peristwa bergerak secara bertahap berdasarkan urutan kronologis menuju alur cerita. Sedangkan alur mundur (flash back progresif) yaitu terjadi ada kaitannya dengan peristiwa yang sedang berlangsung.
d. Sudut Pandang
Menurut Harry Show (1972 : 293), sudut pandang dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Pengarang menggunakan sudut pandang took dan kata ganti orang pertama, mengisahkan apa yang terjadi dengan dirinya dan mengungkapkan perasaannya sendiri dengan kata-katanya sendiri.
2. Pengarang menggunakan sudut pandang tokoh bawahan, ia lebih banyak mengamati dari luar daripada terlihat di dalam cerita pengarang biasanya menggunakan kata ganti orang ketiga.
3. Pengarang menggunakan sudut pandang impersonal, ia sama sekali berdiri di luar cerita, ia serba melihat, serba mendengar, serba tahu. Ia melihat sampai ke dalam pikiran tokoh dan mampu mengisahkan rahasia batin yang paling dalam dari tokoh.
e. Gaya Bahasa
“Gaya bahasa adalah cara mempergunakan bahasa secara imajinatif, bukan dalam pengertian yang benar-benar secara kalamiah saja.”1
    Gaya bahasa adalah bahasa indah yang dipergunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan serta memperbandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum. Pendek kata penggunaan gaya bahasa tertentu dapat mengubah serta menimbulkan konotasi tertentu.2
      Gaya bahasa adalah cara menggunakan bahasa. Gaya bahasa memungkinkan kita dapat menilai pribadi, watak, dan kemampuan seseorang yang mempergunakan bahasa itu. Semakin banyak gaya bahasanya, semakin baik pula penilaian orang terhadapnya; semakin buruk gaya bahasa seseorang, semakin buruk pula penilaian diberikan kepadanya.3

     1Henry Guntur Tarigan, Pengajaran Gaya Bahasa. (Bandung, 1985) hlm. 5
     2Ibid
     3Gorys keraf, Diksi dan Gaya Bahasa
“Gaya bahasa perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya bertalian dan yang sengaja kita anggap sama.” (Gorys Keraf, 1985 : 10).
Contoh :
a.       Bola mata mereka memutih seperti helai kain kafan.
b.      Pleton itu menyeringai seperti serigala yang menunjukkan taring.
c.       Mereka berjalan seperti mayat hidup.
“Gaya bahasa Metafora adalah pemakaian kata-kata bukan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan.” (Poerwadarminta, 1976 : 648)
Contoh :
a.       Mereka berhamburan tanpa arah yang jelas.
b.      Ia merasa sangat kerdil diantara pohon-pohon yang tinggi.
            “Gaya bahasa Personifikasi adalah jenis gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat insani kepada barang yang tidak bernyawa dan ide yang abstrak.” (Moeliono, 1984 : 3)
Contoh :
a.       Dedaunan di hutan Coban Talun mempercepat senja menjadi kelam.
b.      LCD sedang memutar sebuah lagu seolah membuat poster-poster penyanyi rock yang menempel di dinding berjingkrak-jingkrak sambil berteriak.

2.3 Unsur Ekstrinsik Novel
1. Tampilan cover novel
2. Kapan karya sastra itu dibuat
3. Latar belakang kehidupan pengarang
4. Latar belakang sosial pengarang
5. Latar belakang penciptaan
6. Biografi pengarang




Bab III
Metodologi Penelitian
3.1 Objek Penelitian
            Penulis melakukan objek penelitian pada novel Aku Mati Memeluk Boneka karya Lubis Grafura, S.Pd. yang sesuai dengan judul penelitian penulis.
            Adapun yang menjadi objek penelitian tersebut adalah teks sastra yang dijadikan bahan kajian, yaitu novel Aku Mati Memeluk Boneka karya Lubis Grafura, S.Pd. yang terbit pada tahun 2011 dan merupakan novel perdana dari pengarang.
3.2 Waktu dan Tempat
            Waktu yang digunakan dalam proses pembuatan proposal skripsi ini adalah satu bulan dan tempat penelitian tidak tergantung pada satu tempat karena objek yang dikaji berupa naskah teks sastra, yaitu novel Aku Mati Memeluk Boneka.





Daftar Pustaka
Tarigan, Henry Guntur. (1985). Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa Bandung.
Keraf, Gorys. (1985). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.
Waridah, Ernawati. (2008). EYD & Seputar Kebahas-Indonesiaan. Bandung: Kawan Pustaka.
Zaidan, Abdul Rozak. (2007). Kamus Istilah Sastra. Jskarta: Balai Pustaka.
Yudiono. (2007). Pengantar Sejarah Sastra Indonesia. Jakarta: Grasindo.












Rabu, 13 Juni 2012

Tanjungpinang Raih Adipura Lagi


                Tanjungpinang tetap menjadi pemenang dalam kota terbersih se-Tanjungpinang. Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A Manan mengatakan sangat senang dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang terutama kepada para pasukan kuning (petugas kebersihan) karena di penghujung masa jabatannya, Tanjungpinang berhasil mempertahankan Adipura untuk yang ke-9 kalinya. Selain itu juga, ada kabar baik bagi para pasukan kuning tersebut, karena sebagai rasa terima kasih dan penghargaan kepada para petugas kebersihan, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Kantor Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman memberikan bonus sebesar Rp850 ribu kepada petugas kebersihan. Ditegaskan lagi oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang Edward, berharap kepada seluruh masyarakat, apa yang sudah diraih sebagai kota bersih, agar terus dipertahankan terus. Ada atau tak ada penilaian Adipura, Kota Tanjungpinang tetap harus bersih.

Rabu, 06 Juni 2012

Diskon besar-besaran Ramayana Mall Tanjungpinang

Ramayana Mall Tanjungpinang memberikan promo harga nekat berupa diskon harga khusus selama bulan Juni 2012.
Mukim, Supervisor Supermarket Ramayana Mall Tanjungpinang, mengatakan promo ini berlaku khusus Juni 2012 per tahap terhitung sejak tanggal 1 Juni hingga 1 Juli 2012. Selain itu, juga ada ada program belanja Hemat berlaku sejak 7 hingga 19 Juni 2012. Dalam program ini keseluruhan produk ada diskon rata-rata 30 hingga 50 persen.

Untuk promo diskon harga nekat, berlaku pada produk seperti minyak goreng Sania pouch 2 liter, harga normal Rp26.450 dijual hanya Rp20.250. Harga ini berlaku untuk periode Juni 2012. Lalu, 15 hingga 17 Juni ada juga produk sampo seperti sunsilk ship black shine, sunlight cair jeruk nipis, coca cola pet 1.500 ml, fanta strawberry pet 1.500 ml, sprite pet 1500 ml dan apel puji. Selain harga murah habiss,  juga memberikan promo menarik beli satu gratis satu bagi yang membeli produk merek Fladeo, Homyped dan Yongki Komaladi.

Rabu, 30 Mei 2012

Keindahan Mesjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat


Narasi
Pulau penyengat terletak disebelah barat kota Tanjung pinang lebih kurang 1,50 Km dari kota Tanjung pinang. Luasnya sekitar 3, 50 km. Tanahnya berbukit - bukit terdiri dari pasir bercampur kerikil, sementara pantainya umumnya landai, sebagian berumput, sebagian lagi berbatu berkarang. Diantara Pulau Penyengat dan Tanjungpinang terdapat selat yang lebarnya sekitar 1,5 km yang dapat dilewati dengan perahu. Salah satu obyek wisata di Pulau Penyengat adalah Mesjid Raya Sultan Riau. Orang biasa memanggilnya dengan Masjid Pulau Penyengat. Ada juga yang menyebut Masjid Putih Telur. Dibelakang mesjid terdapat makam raja-raja dan keturunannya. Mesjid ini terletak di jalan menuju pelabuhan Penyengat. Ketika orang berkunjung ke Pulau Penyengat, akan langsung melihat Mesjid Raya Sultan Riau yang indah tersebut.

Deskripsi
Mesjid Raya Sultan Riau terletak tepat di depan pelabuhan Pulau Penyengat. Para pelancong akan langsung dapat melihat keindahan Mesjid ini. Masjid ini tercatat dalam sejarah sebagai merupakan satu-satunya peninggalan Kerajaan Riau-Lingga yang masih ada. Masih ada juga terdapat beberapa koleksi peninggalan sejarah seperti Kitab suci Al-Quran yang ditulis tangan dan mimbar antik penuh ukiran. Anak tangga untuk naik ke mesjid ini adalah 13 buah anak tangga. Warna kuning dan hijau tampak dominan dalam bangunan ini. Ada 13 kubah di masjid ini yang susunannya bervariasi. Ditambah dengan empat menara dan bubung yang dimiliki masjid tersebut sebanyak 17 buah. Angka ini diartikan sebagai jumlah rakaat shalat. Keindahan arsitektur masjid sangat unik. Masjid ini bergaya India yang orang bilang berkaitan dengan para tukang-tukangnya yang didatangkan langsung dari India.